Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid

**Alhamdulillāh**, segala puji bagi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā yang telah mempertemukan kita di majelis yang penuh keberkahan ini. Kita bersyukur karena Allah memilih kita untuk hadir di rumah orang-orang saleh, berziarah ke makam para kekasih Allah, khususnya **Al-Imam Fakhrul Wujūd Asy-Syekh Abū Bakar bin Sālim**.

Dalam kitab *Miftāhul Khair*, beliau menyebutkan:

> *“Dudukmu di hadapan wali Allah—baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat—meskipun hanya satu menit, lebih utama daripada ibadah di seluruh penjuru dunia, meskipun ibadah itu membuat anggota tubuhmu lelah.”*

Ini menunjukkan besarnya kemuliaan hadir di tempat orang-orang saleh.

## 🌟 **Keutamaan Hadir di Majelis Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid**

Kita hadir di majelis haul **Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid**, seorang kekasih Allah yang menjadi saluran rahmat bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.

Para ulama menyebut bahwa rahmat Allah yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ diteruskan kepada para penerus dakwah beliau, termasuk Habib Sholeh. Sepanjang hidupnya, beliau memikirkan umat: bagaimana agar umat mendapatkan rahmat Allah melalui jalur beliau.

### ✦ Kisah ketika beliau berada di Madinah

Disebutkan oleh para guru—di antaranya Al-Habib Zain bin Ibrahim As-Seggaf dan para cucu beliau—bahwa ketika Habib Sholeh berziarah ke Madinah, beliau merasa sakit dan mengira akan wafat di sana. Maka beliau mengutus seseorang untuk menyampaikan salam kepada Rasulullah ﷺ, bahwa beliau ingin wafat di Madinah.

Dalam keadaan antara tidur dan terjaga, beliau didatangi sosok mulia yang memperkenalkan diri:

> *“Akulah Datukmu, Fakhrul Wujūd Abū Bakar bin Sālim. Ketahuilah, engkau tidak akan meninggal di Madinah, tetapi di Tanggul.”*

Mengapa Habib Sholeh lebih memilih wafat di Tanggul?

Karena beliau ingin terus menjadi sumber rahmat bagi masyarakat Indonesia, dan Allah menjadikan Tanggul sebagai tempat turunnya rahmat melalui beliau.

## ❤️ **Cara Menunjukkan Cinta kepada Habib Sholeh**

Cinta tidak cukup diucapkan dengan lisan. Tanda cinta adalah **mengikuti amalan beliau**, yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad ﷺ.

Karena itu, minimal kita mengikuti kebiasaan dan sunnah harian Nabi, mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

# 🌙 **Sunnah Harian yang Harus Dijaga**

Berikut sunnah sederhana yang perlu dibiasakan setiap hari:

### 1. **Doa Bangun Tidur**

> *Alhamdulillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā wa ilaihin-nusyūr.*

### 2. **Doa Masuk Kamar Mandi**

> *Allahumma innī a‘ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā’its.*

### 3. **Doa Keluar Kamar Mandi**

> *Ghufrānaka.*

### 4. **Doa Memakai Baju**

> *Alhamdulillāhilladzī kasānī hādza...*

### 5. **Doa Memakai Wangi-wangian**

### 6. **Doa Keluar Rumah**

> *Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.*

### 7. **Doa Memakai Sandal** (dimulai dari kanan)

### 8. **Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid**

Jika semua ini dibiasakan, cinta kita kepada Habib Sholeh dan Rasulullah ﷺ menjadi **cinta yang jujur**, bukan hanya ucapan.

## ⚠️ **Cara Menguatkan Istiqomah Sunnah**

Habib Zain bin Ibrahim mengajarkan:

> *Setan memiliki seribu cara untuk membuat manusia lupa sunnah Nabi.*

> Maka kita harus punya cara untuk mengingatnya.

### Caranya:

* Tempel doa bangun tidur di samping bantal.

* Tempel doa masuk WC di dekat pintu kamar mandi.

* Siapkan catatan kecil doa-doa harian di kamar dan ruang lainnya.

### Jika lupa sunnah, beri sanksi pada diri sendiri

Misal:

* lupa doa bangun tidur → sedekah.

* lupa doa masuk WC → sedekah.

Dengan cara ini, sunnah menjadi lebih mudah dijaga.


## 🕊 **Satu Sunnah Lebih Berharga dari Dunia**

Guru-guru kita berkata:

> *Jika seseorang kehilangan ayah, ibu, dan seluruh hartanya sekaligus—itu lebih ringan daripada kehilangan satu sunnah Nabi Muhammad ﷺ.*

Begitu besarnya nilai sunnah dalam kehidupan seorang mukmin.

## 🤲 **Doa Para Ulama Mekah Ketika Ziarah**

Setiap hadir di majelis, haul, atau ziarah wali, dianjurkan membaca:

> **Allahummaj‘alhu burhānan fī ḥaqqina

> wa ṭa‘atan mukhliṣhātan tuqarribunā ilā sunnati ḥabībika Muḥammad.

> Wa innā nashhadu ka annā min ahli lā ilāha illallāh,

> wa anna Muḥammadān Rasūlullāh.**

Agar:

1. amalan dicatat sebagai amal yang ikhlas,

2. tempat ziarah menjadi saksi di hari kiamat bahwa kita termasuk orang yang mengucapkan *Lā ilāha illallāh Muhammadur Rasūlullāh.*

## 🌿 **Penutup: Dekatkan Diri kepada Keluarga Nabi**

Sayyidina Abū Bakar Ash-Shiddiq berkata:

> *“Dekatkanlah diri kalian kepada Nabi Muhammad dengan mendekatkan diri kepada keluarganya.”*

Maka:

* mendukung dakwah keturunan Habib Sholeh,

* mencintai mereka,

* menghadiri majelis-majelis mereka,

adalah bukti cinta kita kepada Habib Sholeh dan Nabi Muhammad ﷺ.

Semoga Allah menerima seluruh amal kita, memberikan kita husnul khātimah, dan menjadikan akhir kalimat kita adalah:

> **Lā ilāha illallāh Muhammadur Rasūlullāh.**

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

WASIAT HABIB ZEIN BIN SMITH

Kemulian Madinah